Dokumen ini disusun bertahap per halaman. Status di bawah menunjukkan halaman yang sudah tersedia saat ini dan halaman yang masih menunggu sesi berikutnya.
Catatan: Seluruh 28 halaman dokumen telah tersedia dan dapat diakses melalui navigasi sidebar.
Front Matter
Executive Summary
HealthSuite HIS dirancang sebagai platform enterprise terintegrasi untuk klinik dan rumah sakit Tipe D/C/B/A, dengan arsitektur modular yang dapat dioperasikan cloud, on-premise, atau hybrid. Fokus utama proposal ini adalah menyatukan proses klinis, operasional, keuangan, dan kepatuhan regulasi dalam satu fondasi data yang konsisten, aman, dan siap skala. Melalui integrasi SATUSEHAT, BPJS, serta ekosistem mitra layanan kesehatan, platform ini menurunkan fragmentasi data dan mempercepat alur pelayanan pasien end-to-end.
Desain data mengikuti kebutuhan interoperabilitas nasional
Business Model
Base + Add-On
Skema bertahap per tier fasilitas layanan
Strategic Value Proposition
Platform ini menempatkan data klinis sebagai sumber kebenaran tunggal untuk mendorong kesinambungan pelayanan, akurasi billing-klaim, serta pengambilan keputusan manajerial. Dengan fondasi master data, workflow engine, dan integration hub yang seragam, institusi dapat mengurangi biaya koordinasi antar unit serta mempercepat transformasi digital lintas cabang.
Primary Business Objectives
Continuity of Care: menghadirkan longitudinal patient record lintas unit, kunjungan, dan fasilitas.
Regulatory Compliance: memperkuat kesiapan integrasi SATUSEHAT/BPJS serta audit trail sesuai kebutuhan regulasi.
Financial Integrity: memastikan diagnosis/tindakan terkoneksi langsung dengan proses klaim dan pelaporan manajemen.
Scalable Modernization: memungkinkan adopsi bertahap dari legacy system melalui migration factory.
Tier-Based Product Positioning Snapshot
Strategi commercial packaging menggunakan model base per tier ditambah add-on bertarget, agar institusi dapat memulai dari kebutuhan minimum lalu berkembang sesuai kematangan operasional dan anggaran.
Klinik
Core Ambulatory
Fondasi klinik, billing, dan integrasi utama dengan opsi ekspansi digital.
RS Tipe D
General Hospital Basic
Penambahan modul rawat inap/IGD dasar, governance, dan modul operasional rumah sakit.
RS Tipe C
Integrated Mid-Hospital
Cakupan klinis-bisnis lebih luas, mobile channel, casemix, dan BI menengah.
RS Tipe B
Advanced Operations
Dukungan layanan kompleks, workforce governance, dan otomasi proses lintas unit.
RS Tipe A
Enterprise Flagship
Spektrum penuh capability dengan predictive reporting dan AI premium sebagai add-on.
Ringkasan ini menjadi landasan narasi untuk halaman arsitektur, scope matrix, dan blueprint implementasi pada section berikutnya.
Architecture Overview
Capability Map & Architecture Layers
Arsitektur HealthSuite HIS dibangun sebagai model 7 layer yang mengelompokkan 13 capability inti dari fondasi platform hingga modernisasi legacy. Pemisahan ini menjaga modularitas implementasi, memperjelas dependensi antarmodul, dan memudahkan strategi rollout bertahap per fasilitas kesehatan.
Reference Page · 7 Layers · 13 Capabilities
Enterprise Capability Topology
Arsitektur HealthSuite disusun dalam 7 layer dengan 13 capabilities. Platform & Foundation menjadi tulang punggung bersama; Clinical Care dan Business & Workforce menangani delivery operasional; Experience, Intelligence, dan Connectivity memperkuat nilai; Modernization memfasilitasi transisi legacy.
Platform & Foundation
Foundation Services: IAM, API Gateway, Configuration Center, Audit Trail, Consent, Monitoring.
Migration & Modernization: capability ini diposisikan sebagai project service lintas tier untuk transisi sistem legacy, bukan fitur base per kelas RS.
Catatan arsitektur: pemetaan capability ini menjadi referensi utama untuk halaman Technology Stack, Product Scope Matrix, dan roadmap implementasi di section selanjutnya.
Architecture Overview
Technology Stack & Deployment Architecture
Halaman ini merinci desain teknologi HealthSuite HIS dari pemilihan stack hingga guideline sizing. Fokusnya adalah reliability enterprise, performa stabil saat peak hour, dan fleksibilitas implementasi cloud/on-prem/hybrid tanpa mengorbankan keamanan data klinis.
Reference Page · Stack to Sizing
Step 1
Technology Stack
Pilihan komponen runtime, data, observability, security, dan integration.
Step 2
Deployment Model
Arsitektur cloud, on-prem, atau hybrid dengan segmentasi workload.
Step 3
High Availability
Redundansi node, failover database, dan autoscaling service tier.
Step 4
Disaster Recovery
Replikasi antar site, backup policy, dan target RPO/RTO terukur.
Step 5
Scalability
Skala horizontal per domain layanan saat volume pasien bertambah.
Step 6
Performance
Target latency, throughput, dan pengendalian bottleneck operasional.
Step 7
Sizing Guideline
Panduan kapasitas awal berdasarkan tier fasilitas kesehatan.
Reference Stack Blueprint
Stack berikut adalah baseline enterprise yang dapat dipetakan ke teknologi setara sesuai kebijakan TI institusi, lisensi, dan preferensi vendor.
Presentation Layer: Web SPA admin/clinical console, patient portal, mobile apps (doctor/nurse/patient).
< 2 detik untuk transaksi UI utama (registrasi, EMR submit, billing)
Recovery objective
RPO 5-30 menit, RTO 30-120 menit berdasarkan kelas site
Backup policy
Harian incremental + mingguan full + retensi berlapis
Peak handling
Autoscaling service tier + queue buffering saat jam sibuk
Deployment, HA, DR, Scalability, Performance, and Sizing Map
Catatan: angka sizing bersifat guideline awal untuk perencanaan infrastruktur. Final baseline wajib melalui assessment beban transaksi, pola rujukan, dan simulasi peak-hour di masing-masing institusi.
Architecture Overview
Product Scope Matrix
Model scope produk menggunakan pendekatan base per tier ditambah add-on ala carte. Matrix ini menjadi baseline komersial dan implementasi agar tiap institusi dapat memilih cakupan sesuai kelas fasilitas, kesiapan operasional, dan strategi pertumbuhan layanan.
Reference Page · Base + Add-On Model
● Included (Base)○ Add-on (a la carte)- Tidak ditawarkan di tier ini
⚠ Catatan validasi: Pemetaan ketersediaan modul/fasilitas per kelas RS (mis. IGD, OK, ICU, Blood Bank) pada matrix ini bersifat indikatif berdasarkan praktik umum dan belum divalidasi terhadap Permenkes klasifikasi RS terbaru. Cakupan final wajib dikonfirmasi dengan regulasi yang berlaku dan kebutuhan masing-masing institusi sebelum dijadikan komitmen.
Catatan model lisensi: AI Foundation dapat included pada tier tertentu (sesuai matrix), sedangkan AI Premium/Enterprise AI Pack tetap diposisikan sebagai add-on di semua tier. Migration & Modernization tidak dimasukkan sebagai kolom tier karena bersifat project service lintas tier.
Implementation Strategy
Phase Roadmap & Implementation Plan
Strategi implementasi HealthSuite HIS mengikuti pendekatan phased yang disesuaikan per tier fasilitas kesehatan. Phase 1 hingga Phase 4 mencakup infrastructure setup, foundation services, domain services deployment, dan rollout operational hingga knowledge transfer closure.
Reference Page · 4 Phases · 12–18 Months
Phase 1: Foundation & Infrastructure
Setup Infrastruktur
Bulan 1–3
Cloud/On-prem setup + Network segmentation
IAM, SSO, Audit Trail
Data backup & DR rehearsal
Monitoring, logging setup
Phase 2: Core Services
Foundation + Platform Services
Bulan 2–5
Master data setup (pasien, dokter, obat, tarif)
Workflow engine & BRE
SATUSEHAT & BPJS integration ready
Performance baseline established
Phase 3: Domain Services
Clinical + Business Rollout
Bulan 6–13
Registration, EMR, Billing in UAT
Parallel run (legacy ↔ HealthSuite)
Staff training & go-live readiness
Live cutover per domain
Phase 4: Stabilization & Closure
Operations Handover
Bulan 14–18
Operational monitoring + hotline support
Performance tuning & optimization
Knowledge transfer & documentation
Warranty closeout & SLA validation
Detailed Phase Milestones & Activities
Phase
Key Milestone
Duration
Owner/Lead
1. Infrastructure
Prod env ready, network validated, IAM configured, backup tested
3 months
Infrastructure team + Vendor
2. Foundation
Master data populated, integration hub tested, performance baseline
2–3 months
Data steward + Integration team
3a. UAT Phase
Reg/EMR/Billing UAT pass, user acceptance sign-off
3–4 months
Business user + QA team
3b. Cutover Phase
Data migration complete, parallel run validated, go-live green light
Catatan: durasi phase dapat disesuaikan berdasarkan kompleksitas institusi (misal RS-A lebih lama dibanding Klinik). Gating criteria untuk naik fase menggunakan quality gate checklist yang harus disetujui bersama Steering Committee.
Layer 1: Platform
Platform & Foundation Layer
Platform & Foundation Layer merupakan fondasi teknis HealthSuite HIS yang menyediakan enterprise-grade services untuk semua layer aplikasi di atasnya. Mencakup Foundation Services, Master Data Management (MDM), dan Enterprise Services yang mengintegrasikan ecosystem external dan workflow backbone sistem.
Reference Page · 3 Capabilities · Enterprise Foundation
Foundation Services
Base Infrastructure
IAM & Access Control
Audit Trail & Logging
Encryption & Security
API Gateway & Rate Limiting
Service Registry
Message Queue & Events
Master Data Management
Data Governance
Patient Master (PID)
Provider Directory
Facility & Org Structure
Terminology & Codelists
Data Quality Rules
Reference Data Cache
Enterprise Services
Cross-Domain Integration
SATUSEHAT Connector
BPJS Integration Hub
External Labs/Pharmacy
Workflow Engine
Business Rules Engine
Document Management
Foundation Services Architecture Core
Foundation Services menyediakan middleware layer yang memastikan reliability, security, dan observability untuk semua aplikasi di atasnya.
Secure storage, versioning, retention policy, encryption at rest
Semua tier
Semua Foundation Services diposisikan sebagai mandatory infrastructure layer dan di-bundle dengan setiap tier. Uptime SLA: 99.5% (Klinik/RS-D), 99.9% (RS-C/B/A).
Master Data Management (MDM) Governance
MDM mengelola single source of truth untuk patient, provider, dan facility data. Semua aplikasi clinical dan business memanfaatkan MDM untuk menjamin data consistency dan referential integrity.
Patient Master (PID)
Central repository: demographics, ID (NIK/BPJS), family relationships, allergy history, risk factors. Real-time sync dengan SATUSEHAT untuk deduplication & identity verification.
Provider Directory
Doctor, nurse, and staff database. License verification, specialization mapping, schedule management. Linked ke attendance & HR system.
Facility Master
Department, ward, bed, equipment, and resource registry. Capacity planning integration. Org hierarchy for cost allocation.
Terminology Services
ICD-10, SNOMED CT, ATC, LOINC codelists. Mapping engine untuk legacy system compatibility. Versioning untuk compliance tracking.
MDM governance policy harus didokumentasikan per institusi. Data quality audit dilakukan monthly. Change control untuk master data updates wajib melalui approval workflow.
Versioned storage for SOP, contract, letter templates. E-signature integration. PACS connector untuk radiology images.
Semua enterprise integrations harus mengikuti security policy (encryption, audit log, rate limiting). Fallback mechanism wajib ada untuk service degradation scenario.
API & Integration Patterns
Platform & Foundation Layer expose REST/gRPC APIs untuk domain services dan third-party integrations. Semua APIs documented di API Registry dan versioning dikelola via semantic versioning.
Semua API menggunakan OAuth 2.0 / OpenID Connect untuk authentication. Rate limiting: standard 1000 req/min per client. Circuit breaker pattern untuk resilience.
Data Models & Configuration
Platform & Foundation Layer menggunakan domain-driven design untuk data models. Semua entity memiliki audit trail, soft-delete support, dan temporal versioning.
Database design menggunakan normalization untuk operational efficiency. Denormalization untuk reporting layer (separate data warehouse). Backup strategy: continuous replication (RTO <1 min, RPO <5 min).
Layer 2: Clinical Care
Registration & Queue Management
Registration & Queue adalah entry point pertama pasien ke HealthSuite HIS. Module ini mengelola patient check-in, antrian kunjungan, penjadwalan provider, dan allocation sumber daya. Dirancang untuk kecepatan, akurasi data demografi, dan optimasi waiting time dengan intelligent queue algorithm.
Module 1 · Clinical Care · All Tiers
Workflow: Patient Registration Flow
Alur registrasi pasien mencakup verifikasi identitas, data entry demografis, pengecekan asuransi, dan queue assignment. System dapat handle new patient (first visit) dan returning patient dengan deduplikasi otomatis via MDM.
UI Mockup: Queue Management Dashboard
Dashboard menampilkan real-time queue status per department, estimated wait time, no-show rate, dan provider availability. Staff dapat reassign atau prioritize pasien berdasarkan triage level atau urgency.
Key Features & Capabilities Function
Registration & Queue module menyediakan comprehensive features untuk mengelola patient flow dan provider schedule dengan efisien.
Patient Check-in
Multiple channels: manual entry, ID card scanner, QR code, mobile app self-check-in dengan real-time patient notification.
Identity Verification
NIK/KTP validation, BPJS eligibility check via cloud, SATUSEHAT integration untuk patient deduplication cross-facility.
Wait time metrics, no-show rate, throughput per provider/dept, peak hour analysis, trend forecasting untuk staffing optimization.
Workflow: Queue Assignment Algorithm Process
System menggunakan multi-factor algorithm untuk optimal queue assignment, mempertimbangkan appointment status, triage urgency, provider availability, dan department workload.
1Verify Patient
Check appointment atau walk-in status
2Assess Triage
Emergency/Urgent/Routine priority level
3Select Route
Department & preferred provider
4Assign Queue
Ticket number + estimated wait time
Priority Level
Triage Category
Queue Placement
Max Wait SLA
Emergency
Life-threatening condition (chest pain, severe bleeding, difficulty breathing)
Priority slot after current patient (queue jump 3 positions)
< 15 min
Routine (Booked)
Appointment ke provider spesifik, follow-up visit, scheduled procedure
As per appointment time + buffer window (±15 min)
< 20 min deviation
Routine (Walk-in)
Walk-in patient, general complaint, no urgency indicator
Normal queue sequence (FIFO with load balance)
< 30 min
Triage assessment dapat dilakukan manual (intake nurse) atau via self-triage questionnaire. System dapat override automatic assignment untuk VIP/referral case dengan approval dari dept supervisor.
Integration Points & Data Flow Integration
Registration & Queue terintegrasi dengan Foundation Layer (MDM, SATUSEHAT, BPJS) dan downstream clinical modules (EMR, Billing).
Integration Point
Data Direction
Purpose
Master Data Management (MDM)
Bi-directional (Read Patient, Write Demographics)
Patient lookup, deduplication, create new patient record if first-time visitor
SATUSEHAT
Outbound (Submit patient registration event)
Health event notification untuk cross-facility patient tracking
Create encounter header when patient called to see provider
Billing & Revenue Cycle
Outbound (Insurance & patient data)
Feed insurance info & visit data untuk claim generation
Notification Service
Outbound (Send message)
SMS/email/WhatsApp untuk appointment reminder, queue status, called notification
Semua integrasi menggunakan event-driven architecture (async messaging via queue). Fallback ke manual entry jika integration endpoint unavailable. Audit trail untuk setiap data transmisi wajib di-log.
Configuration & Tier Applicability Deployment
Registration & Queue dapat dikonfigurasi per facility tier dengan feature set sesuai complexity dan patient volume.
Modul EMR menjadi pusat dokumentasi klinis longitudinal pasien. Halaman ini menampilkan rancangan fitur, alur kerja, dan mockup layar utama agar implementasi sesuai praktik klinik dan rumah sakit di Indonesia.
Module 2 - Clinical Core - Medically Auditable
Mockup 1 - Ringkasan Rekam Medis Pasien
Tampilan ringkasan EMR untuk dokter saat visite/poliklinik: identitas pasien, alergi, diagnosis aktif, obat aktif, hasil lab kritis, dan timeline encounter. Fokus pada akses cepat data klinis prioritas tanpa membuka banyak tab.
Mockup 2 - Form SOAP, Order, dan E-Sign
Mockup kedua memperlihatkan workspace dokumentasi dokter: input SOAP, order lab/radiologi, e-resep, clinical decision support, dan tanda tangan elektronik agar catatan sah secara medis dan legal.
Template SOAP dan specialty note dengan field terstandar agar data siap analitik dan coding.
CPOE & E-Prescription
Order lab/rad/resep langsung dari EMR dengan validasi formularium dan interaksi obat.
Clinical Decision Support
Alert alergi, interaksi obat, early warning score, dan rekomendasi guideline berbasis kondisi pasien.
Integrasi dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi di EMR
Nilai Operasional
Identitas Pasien
Sinkronisasi real-time ke MDM + validasi identitas (NIK/BPJS).
Mengurangi duplikasi rekam medis dan mismatch pasien.
Integrasi Layanan
Terhubung dengan Lab, Radiologi, Farmasi, Billing, dan SATUSEHAT connector.
Alur order-result-billing lebih cepat dan terjejak end-to-end.
Legal & Audit
E-sign dokter, audit trail perubahan catatan, dan versioning note.
Memenuhi kebutuhan medico-legal dan akreditasi fasilitas kesehatan.
Keamanan
Role-based access, break-glass access, enkripsi data, dan masking data sensitif.
Akses aman sesuai peran klinis tanpa menghambat layanan.
Layer 2: Clinical Care
Pharmacy Management
Modul Pharmacy mengelola seluruh siklus obat mulai dari validasi e-resep, dispensing, kontrol interaksi, hingga pelacakan stok dan batch. Fokus desain menjaga patient safety, kecepatan layanan, dan kepatuhan farmasi klinis.
Module 3 - Clinical Care - Medication Safety First
Mockup 1 - Dispensing Workbench dan Verifikasi Resep
Mockup ini menampilkan meja kerja apoteker untuk validasi resep, cek alergi/interaksi, status racikan, serta alur verifikasi sebelum obat diserahkan ke pasien.
Mockup 2 - Inventory, Batch, dan Expiry Control
Mockup kedua menonjolkan fitur utama kendali stok farmasi: level stok, FEFO by batch, obat kritis, notifikasi kadaluarsa, dan usulan reorder otomatis agar layanan tidak terganggu.
Fitur Utama Pharmacy Core
E-Prescription Validation
Validasi resep digital dengan cek alergi, interaksi, duplicative therapy, dosis, dan formularium.
Dispensing dan Counseling
Alur verifikasi dua langkah sebelum serah obat serta dokumentasi edukasi pasien.
Inventory FEFO
Kontrol stok berbasis batch-expiry dengan prioritas keluar FEFO dan alert near-expiry.
Controlled Drugs Tracking
Pencatatan obat narkotika/psikotropika dengan audit trail ketat dan rekonsiliasi shift.
Integrasi dan Kepatuhan Governance
Area
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi EMR
E-resep dari EMR masuk ke workbench farmasi secara real-time.
Waktu tunggu pasien berkurang dan risiko salah baca resep turun.
Integrasi Billing
Dispense log otomatis memicu posting biaya obat ke billing.
Rekonsiliasi farmasi-keuangan lebih cepat dan akurat.
Manajemen Batch
Pencatatan lot, expiry, vendor, dan histori pergerakan stok.
Traceability saat recall obat dan audit inventori menjadi jelas.
Patient Safety
Alert interaksi, alergi, duplicate medication, dan high-risk meds.
Mengurangi medication error serta meningkatkan mutu layanan klinis.
Desain halaman 11 mengikuti tone halaman 9-10 (navy-teal clinical). Seperti ketentuan, halaman fitur ini memuat minimal dua mockup utama: dispensing workbench dan inventory control.
Layer 2: Clinical Care
Laboratory & Radiology
Lab dan Radiology adalah simpul diagnostik kritikal yang mempengaruhi keputusan klinis di seluruh layanan. Halaman ini mendetailkan alur order-to-result, prioritas STAT, manajemen sampel, worklist modality, kontrol mutu, dan distribusi hasil terintegrasi EMR.
Mockup 1 - Laboratory Order Lifecycle & Result Validation
Workbench laboratorium dari penerimaan order, barcode specimen, tracking status analyzers, delta-check, hingga validasi hasil oleh analis/Pathologist sebelum rilis ke EMR dan notifikasi dokter.
Mockup 2 - Radiology Worklist, Reporting, and Critical Findings
Alur radiologi dari antrean modality (X-Ray, CT, MRI, USG), protokol pemeriksaan, pembacaan hasil, critical result acknowledgment, hingga distribusi report terstruktur ke EMR dan clinician inbox.
Fitur Inti Diagnostic Services Core
Order-to-Result Tracking
Tracking end-to-end dari order dokter sampai hasil tervalidasi dengan timestamp tiap tahap dan kontrol TAT.
Priority Routing (STAT/Urgent/Routine)
Rule engine menentukan prioritas otomatis berdasarkan kondisi klinis agar order kritis diproses lebih cepat.
Quality Control & Delta Check
QC analyzer, validasi rule, dan delta check historis untuk menekan false result serta menjaga akurasi diagnostik.
Critical Result Communication
Notifikasi hasil kritis ke klinisi dengan pencatatan acknowledgment dan audit trail SLA komunikasi.
Structured Reporting
Template reporting radiologi/lab terstandar untuk konsistensi klinis dan interoperabilitas data.
EMR + Billing Integration
Hasil otomatis masuk EMR, sementara status selesai memicu posting layanan ke billing secara terkontrol.
Operasional, Integrasi, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi Teknis
Dampak Klinis/Operasional
LIS/RIS Worklist
Worklist real-time dari order CPOE, status device, dan assignment petugas berdasarkan kapasitas.
Antrean diagnostik lebih seimbang, bottleneck berkurang, throughput meningkat.
Specimen & Barcode Chain
Barcode untuk collection, transport, receipt, analyzer load, sampai disposal specimen.
Mencegah salah sampel, memudahkan traceability dan investigasi insiden.
PACS & DICOM Flow
Sinkronisasi modality, arsip gambar, dan retrieval viewer terhubung dengan report RIS/EMR.
Radiolog dan klinisi akses citra lebih cepat untuk keputusan terapi.
TAT Governance
SLA per jenis pemeriksaan (STAT/Urgent/Routine) dengan alarm ambang dan eskalasi supervisor.
Ketepatan waktu hasil terjaga, khususnya pada kasus emergensi.
Compliance & Audit
Audit trail lengkap: siapa melakukan apa, kapan, di tahap mana, termasuk critical call acknowledgment.
Mendukung akreditasi mutu, manajemen risiko, dan legal defensibility.
Halaman 12 dirancang sebagai modul diagnostik prioritas tinggi, bukan sekadar pelengkap: fokus pada kecepatan hasil, akurasi klinis, dan traceability menyeluruh untuk mendukung keselamatan pasien.
Layer 2: Clinical Care
Rawat Inap (Inpatient Care)
Modul Rawat Inap menjadi pusat koordinasi episode perawatan pasien selama dirawat: admission, alokasi bed, rencana asuhan multidisiplin, order harian, monitoring klinis, discharge planning, dan transisi ke layanan lanjutan. Fokus utama adalah patient safety, continuity of care, dan efisiensi operasional bangsal.
Mockup 1 - Admission, Bed Management, dan Clinical Handover
Tampilan ini memperlihatkan alur pasien masuk rawat inap dari sumber IGD/Poli, triase bed assignment, status kesiapan kamar, serta handover klinis terstruktur antar unit agar perpindahan pasien aman dan cepat.
Denah Bangsal dan Status Kamar Real-time Bed Map
Denah operasional bangsal untuk melihat status kamar secara cepat: terisi, kosong siap pakai, dalam cleaning, dan reservasi transfer. Informasi ini dipakai admission desk dan supervisor untuk keputusan bed assignment.
Mockup 2 - Inpatient Daily Care Plan, Medication, dan Discharge Readiness
Dashboard perawatan harian untuk dokter-perawat-farmasi: progress klinis, order harian, medication administration record, risiko jatuh/infeksi, serta checklist kesiapan pulang untuk mempercepat discharge yang aman.
Fitur Utama Rawat Inap Core
Admission-to-Bed Orchestration
Atur alokasi bed berdasarkan kebutuhan klinis, isolasi, gender, kelas perawatan, dan ketersediaan real-time.
Interdisciplinary Care Plan
Rencana asuhan harian lintas profesi (dokter, perawat, farmasi, gizi, rehab) dalam satu workspace terkoordinasi.
Medication Administration Safety
MAR dengan barcode check, jadwal dosis, overdue alert, dan dokumentasi pemberian obat yang auditable.
Nursing Workflow & Risk Monitoring
Asesmen risiko jatuh, dekubitus, infeksi, dan early warning signs dengan eskalasi cepat bila memburuk.
Discharge Planning
Checklist kesiapan pulang, rekonsiliasi obat, edukasi pasien, dan jadwal kontrol terhubung ke rawat jalan.
LOS and Throughput Analytics
Pantau length of stay, bed turnover, dan penyebab delay discharge untuk peningkatan kinerja bangsal.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi IGD/OK/ICU
Transfer antar unit memakai handover terstruktur (SBAR) dengan status readiness bed.
Mengurangi delay transfer dan risiko kehilangan informasi klinis.
Integrasi Lab/Radiology/Farmasi
Order-result-obat rawat inap terhubung otomatis ke care plan harian.
Keputusan terapi lebih cepat dan koordinasi tim klinis lebih baik.
Billing & Utilization
Akomodasi, tindakan, obat, dan konsumable bangsal diposting terstruktur ke billing.
Tagihan lebih akurat, dispute berkurang, dan klaim lebih siap.
Quality & Patient Safety
Audit trail lengkap untuk order, pemberian obat, handover, dan discharge.
Mendukung akreditasi mutu serta investigasi insiden keselamatan pasien.
Bed Capacity Governance
Dashboard okupansi real-time, prediksi discharge, dan early escalation saat kapasitas kritis.
Bed turnover meningkat dan bottleneck admission dapat ditekan.
Halaman 13 dirancang detail karena rawat inap adalah tulang punggung operasional RS: menggabungkan aspek klinis, keperawatan, farmasi, kapasitas bed, dan kesinambungan perawatan secara terintegrasi.
HALAMAN 14 · CLINICAL CARE
IGD / Gawat Darurat
Modul IGD berfokus pada kecepatan triase, ketepatan prioritas klinis, dan koordinasi lintas unit secara real-time. Tujuannya memastikan pasien kritis langsung tertangani, pasien non-kritis tetap mengalir cepat, serta keputusan admit/pulang/rujuk terdokumentasi utuh dari pintu masuk hingga disposisi akhir.
Response Time · Patient Safety · Throughput
Mockup 1 · Triase Dashboard & ESI Matrix
Dashboard triase menampilkan antrian kedatangan, kategori kegawatan (4 zona ESI), timer SLA door-to-triage dan door-to-doctor, serta alur pasien end-to-end dari pintu masuk hingga disposisi. Perhatian: warna merah/amber dalam mockup adalah kode semantik klinisi standar (ESI-1/ESI-2), bukan branding halaman.
Mockup 2 · ED Command Center, Bed Visibility, dan Disposition Control
Command center IGD menyatukan monitoring bed IGD, antrian boarding aktif, status hasil lab/radiologi, hingga kesiapan bed tujuan (Rawat Inap/ICU/Isolasi). Koordinator shift dapat memantau SLA throughput dan memutus bottleneck secara real-time tanpa perlu koordinasi manual antar unit.
Kapabilitas Inti Modul IGD Feature Scope
Rapid Triage Engine
Template triase terstandar (ESI/CTAS adaptif), auto-prioritization, dan timer SLA dari pintu masuk sampai first medical contact.
Critical Care Workflow
Jalur resusitasi terintegrasi order set emergensi, dokumentasi tindakan cepat, dan pelacakan obat/prosedur high-alert.
Observation & Reassessment
Monitoring pasien observasi dengan pengingat reassessment, vital trend, dan trigger eskalasi jika kondisi memburuk.
Disposition Orchestration
Manajemen keputusan pulang, rawat inap, transfer ICU/OK, atau rujuk eksternal berikut checklist administratif-klinis.
Boarding Time Control
Notifikasi saat antrian transfer melebihi ambang waktu, dengan eskalasi otomatis ke bed manager dan supervisor.
Medico-Legal Traceability
Audit trail lengkap untuk consent emergensi, tindakan kritis, komunikasi keluarga, dan serah terima antar unit.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Modul Halaman 14
Alur pasien IGD dari kedatangan hingga disposisi akhir. Hijau = input staf di aplikasi; biru = aksi pasien; ungu = otomatis sistem; abu = tindakan medis/offline.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi Ambulans & Pra-RS
Pre-arrival notification dari ambulans, estimasi waktu tiba, ringkasan klinis awal tersinkron ke triase IGD.
Tim resus siap lebih awal, door-to-treatment lebih singkat untuk kasus time-critical.
Integrasi Lab/Radiology/Farmasi
Order emergensi diprioritaskan dengan penanda STAT, callback hasil kritis, dan eMAR untuk medikasi IGD.
Mengurangi keterlambatan keputusan klinis serta meningkatkan keselamatan pasien.
Integrasi Rawat Inap/ICU/OK
Handover SBAR digital, visibilitas bed readiness, dan sinkronisasi tindakan lanjutan pasca-IGD.
Boarding time turun, transfer antar unit lebih mulus, risiko miss informasi berkurang.
Mendukung kendali mutu klinis, continuous improvement, dan kesiapan akreditasi.
Medico-Legal & Incident Review
Log kronologis kejadian emergensi, dokumentasi persetujuan darurat, dan paket data investigasi insiden.
Memperkuat perlindungan hukum RS serta pembelajaran insiden berbasis data.
Halaman 14 menempatkan IGD sebagai command node klinis berkecepatan tinggi: triase akurat berbasis ESI, eksekusi emergensi cepat, dan disposisi terkoordinasi. Fokus akhirnya adalah menurunkan waktu tunggu kritis, mengurangi boarding, serta meningkatkan keselamatan pasien secara menyeluruh. Warna merah/amber dalam mockup adalah kode semantik klinisi standar — bukan branding warna halaman.
HALAMAN 15 · CLINICAL CARE
OK / Kamar Operasi
Modul OK mengorkestrasi alur pra-operasi, intra-operasi, dan pasca-operasi secara terstruktur. Fokus utama halaman ini adalah ketepatan penjadwalan kamar operasi, keselamatan pasien, kesiapan tim dan instrumen, serta sinkronisasi biaya dan dokumentasi klinis dari anestesi sampai serah terima ke PACU/ICU/rawat inap.
Surgical Safety · OT Throughput · Resource Control
Mockup 1 · OT Master Schedule dan Kesiapan Pra-Operasi
Dashboard ini menampilkan booking kamar operasi lintas spesialis, status verifikasi checklist pra-op, kesiapan tim bedah-anestesi, dan alert potensi delay. Tujuannya menekan pembatalan operasi, memastikan start on-time, dan menjaga utilisasi kamar operasi tetap optimal.
Console intra-op menggabungkan timeline operasi real-time, rekam anestesi, pemakaian instrument/implant, serta posting biaya tindakan ke billing. Dengan ini, tim OK menjaga keselamatan pasien sekaligus memastikan dokumentasi dan klaim pasca-operasi lebih akurat.
Mockup 3 · OR Status Board — Papan Status Kamar Operasi Real-Time
OR Status Board menampilkan seluruh kamar operasi secara simultan dalam satu layar: status per kamar (Aktif, Cito, Turnover, Siap, Maintenance, Blocked), tim yang bertugas, progres durasi kasus, serta alert aktif. Dashboard ini biasanya ditampilkan di layar besar ruang koordinator OK agar supervisory awareness selalu optimal tanpa komunikasi manual.
Kapabilitas Inti Modul OK Feature Scope
OT Scheduling Engine
Penjadwalan kamar operasi berbasis prioritas klinis, estimasi durasi tindakan, dan ketersediaan tim lintas spesialis.
Pre-Op Readiness Control
Validasi consent, anestesi assessment, hasil penunjang, blood product, serta kesiapan tray CSSD sebelum pasien masuk OK.
Intra-Op Digital Documentation
Timeline tindakan, catatan anestesi, critical events, implant traceability, dan checklist WHO tercatat terstruktur.
PACU/Handover Integration
Serah terima pasca operasi ke PACU/ICU/rawat inap menggunakan format SBAR dan indikator stabilitas pasien.
Instrument and Resource Governance
Pemakaian instrument, consumables, dan implant tercatat real-time untuk audit klinis dan kontrol logistik.
Billing and Claim Readiness
Posting tarif tindakan, BHP, obat anestesi, dan jasa operator otomatis untuk menekan selisih billing/claim.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Modul Halaman 15
Alur tindakan bedah dari penjadwalan hingga serah terima PACU/ICU. Tindakan operasi itu sendiri tidak diinput real-time — hanya Sign-In/Sign-Out WHO yang tercatat di App.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi EMR & CPOE
Order operasi, catatan pra-op, informed consent, dan hasil penunjang mengalir otomatis dari EMR.
Risiko kehilangan data klinis berkurang, persiapan operasi lebih cepat dan konsisten.
Integrasi CSSD & Inventory
Set instrument dan consumables dipantau per kasus; keterlambatan tray memicu alert eskalasi.
Delay operasi menurun dan utilisasi OK lebih stabil sepanjang hari.
Integrasi PACU/ICU/Rawat Inap
Transfer pasca-op memakai handover SBAR dengan kesiapan bed tujuan secara real-time.
Mengurangi bottleneck pasca operasi dan mempercepat turnover kamar operasi.
Surgical Safety & Accreditation
Pemantauan kepatuhan checklist WHO (sign in, time out, sign out) serta audit trail tindakan kritis.
Meningkatkan patient safety dan mendukung standar akreditasi klinis.
Billing & Casemix Preparedness
Posting komponen biaya operasi dan log pemakaian resource terkunci sebagai dasar klaim dan audit.
Tagihan lebih akurat, dispute klaim berkurang, dan traceability finansial lebih kuat.
Halaman 15 memposisikan OK sebagai unit high-risk/high-cost yang harus dikendalikan ketat: mulai dari kesiapan pra-op, keselamatan intra-op, sampai handover pasca-op. Integrasi klinis-operasional-finansial pada modul ini kritikal untuk mutu layanan bedah dan keberlanjutan operasional rumah sakit.
HALAMAN 16 · CLINICAL CARE
ICU & Critical Care
Modul ICU berfungsi sebagai pusat kendali pasien kritis dengan pemantauan intensif 24/7, koordinasi multidisiplin, dan pengambilan keputusan klinis cepat. Halaman ini menampilkan kontrol sensus bed ICU, acuity pasien, ventilator/hemodynamic monitoring, early warning sepsis, serta orkestrasi handover lintas IGD-OK-rawat inap secara terintegrasi.
High Acuity · Continuous Monitoring · Clinical Command
Mockup 1 · ICU Command Center, Census, dan Acuity Board
Dashboard command center ICU menampilkan status bed real-time, tingkat keparahan pasien, alert klinis prioritas, serta bottleneck transfer masuk/keluar ICU. Tujuannya menjaga visibilitas unit secara menyeluruh agar keputusan alokasi tim dan intervensi cepat dilakukan tepat waktu.
Tampilan bedside digital ini menyatukan data ventilator, tren hemodinamik, vasopressor titration, serta checklist keselamatan tindakan kritis. Fokusnya adalah mempersingkat waktu respon terhadap deteriorasi dan menjaga kontinuitas dokumentasi untuk tim jaga berikutnya.
Kapabilitas Inti Modul ICU Feature Scope
ICU Census and Bed Governance
Visibilitas bed occupancy, antrean masuk dari IGD/OK, dan kandidat transfer keluar ICU/HDU secara real-time.
Acuity and Early Warning Engine
Skoring keparahan (SOFA/NEWS), deteksi dini deteriorasi, dan prioritisasi alert klinis kritis berbasis aturan.
Ventilator and Hemodynamic Integration
Integrasi parameter ventilator, trend vital, vasopressor, perfusi, dan ringkasan ABG untuk keputusan klinis cepat.
Critical Care Checklist Automation
Checklist bundle sepsis, VAP, CLABSI, CAUTI, sedasi, weaning, dan device review dengan reminder terjadwal.
Medication and Infusion Safety
Kontrol high-alert medication, smart pump library, verifikasi dosis, serta dokumentasi infus kontinu.
SBAR Handover and Care Continuity
Handover lintas shift/unit dalam format SBAR terstruktur agar kontinuitas terapi dan mitigasi risiko tetap terjaga.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Modul Halaman 16
Alur asuhan ICU dari admisi hingga discharge. Monitor vital auto-stream ke sistem; intervensi klinis dan rounds diinput DPJP/perawat di App.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi IGD-OK-ICU
Transfer pasien kritis dengan paket data klinis otomatis (diagnosis, tindakan, ventilator, infus, risiko tinggi).
Waktu handover lebih singkat, risiko miss informasi kritis berkurang signifikan.
Integrasi LIS/RIS/Farmasi
Hasil lab kritis, imaging prioritas, dan terapi obat ICU tersinkron dengan alert threshold klinis.
Respon intervensi lebih cepat dan keputusan terapi lebih presisi.
Mendukung continuous improvement, audit klinis, dan kesiapan akreditasi unit kritis.
Billing and Casemix Traceability
Pencatatan tindakan kritis, ventilator support, obat high-cost, dan resource ICU untuk klaim terstruktur.
Akurasi klaim meningkat dan potensi dispute finansial menurun.
Halaman 16 menempatkan ICU sebagai pusat kendali pasien kritis yang membutuhkan visibilitas klinis kontinu, respon cepat, dan koordinasi lintas unit tanpa jeda. Kekuatan utama modul ini adalah integrasi data real-time yang mendukung patient safety, stabilitas operasional, dan akuntabilitas klinis-finansial secara bersamaan.
HALAMAN 17 · CLINICAL CARE
Quality, Accreditation & Clinical Governance
Halaman ini merangkum kendali mutu klinis dan akreditasi secara ringkas: kepatuhan standar, manajemen insiden keselamatan pasien, tindak lanjut perbaikan, dan pemantauan risiko layanan. Fokus utamanya memastikan proses klinis berjalan aman, terukur, dan siap audit.
Quality Control · Patient Safety · Accreditation
Mockup · Quality and Accreditation Cockpit
Cockpit mutu menampilkan indikator inti PMKP, status tracer akreditasi, dan antrian corrective action. Tampilan ini dipakai tim mutu untuk memastikan temuan segera ditutup dan pembelajaran insiden berjalan konsisten.
Kapabilitas Inti Modul Quality Feature Scope
Quality KPI Engine
Monitoring indikator mutu klinis dan operasional dengan target, tren, dan threshold alert.
Incident Reporting Workflow
Pencatatan insiden pasien dari unit layanan sampai investigasi akar masalah.
Corrective Action Tracker
Pelacakan CAPA dengan owner, due date, status, dan mekanisme eskalasi.
Tracer and Audit Management
Perencanaan tracer internal, checklist audit, dan evidensi siap akreditasi.
Risk Register Governance
Risk register lintas unit dengan scoring probabilitas-dampak dan rencana mitigasi.
Committee Review Workspace
Ruang kerja komite mutu untuk review periodik, keputusan, dan tindak lanjut.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Modul Halaman 17
Alur insiden dan manajemen CAPA. Implementasi perbaikan dilakukan unit terkait (offline); verifikasi penyelesaian diinput PJ Mutu di App.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
PMKP and Unit Clinical
Indikator PMKP unit terintegrasi dari sumber data operasional dan klinis.
Pemantauan mutu lebih objektif dan cepat ditindaklanjuti.
Patient Safety Program
Alur pelaporan insiden, investigasi, dan pembelajaran keselamatan pasien terdokumentasi terstruktur.
Budaya patient safety meningkat dan pengulangan insiden menurun.
Accreditation Document Control
Checklist evidensi, status dokumen, dan readiness per bab akreditasi dipantau terpusat.
Persiapan survei lebih efisien dan minim gap dokumen.
Clinical Governance Committee
Notulen, keputusan komite, dan progres tindakan perbaikan tersambung ke dashboard.
Akuntabilitas tata kelola klinis lebih kuat.
Regulatory Reporting
Ringkasan indikator mutu dan insiden siap diekspor untuk kebutuhan pelaporan regulator.
Mengurangi pekerjaan manual dan risiko keterlambatan pelaporan.
Halaman 17 didesain ringkas namun tetap komprehensif untuk pengendalian mutu: indikator utama, pengelolaan risiko, dan penutupan tindak lanjut menjadi satu alur yang mudah diawasi manajemen klinis.
HALAMAN 18 · CLINICAL CARE
Clinical Coding & Casemix
Halaman ini memfokuskan proses coding klinis dari discharge hingga grouping casemix/INA-CBG secara terkontrol. Tujuannya menurunkan backlog coding, meningkatkan akurasi kode diagnosis-prosedur, serta memperkuat kesiapan klaim.
Coding Accuracy · Casemix · Claim Readiness
Mockup · Coding and Casemix Workbench
Workbench coding menampilkan antrean rekam medis belum terkode, validasi kelengkapan clinical documentation, hasil grouping INA-CBG, serta potensi mismatch yang perlu klarifikasi coder ke DPJP.
Kapabilitas Inti Modul Coding & Casemix Feature Scope
Discharge-to-Code Queue
Antrean coding otomatis berdasarkan SLA, prioritas payer, dan kompleksitas kasus.
Clinical Documentation Query
Fasilitas klarifikasi coder ke DPJP untuk menutup gap dokumentasi sebelum final grouping.
ICD and Procedure Coding Workspace
Workspace coding terstruktur dengan referensi ICD-10, ICD-9-CM, dan histori revisi kode.
INA-CBG Grouper Validation
Pratinjau hasil grouping, deteksi mismatch, dan simulasi dampak klaim.
Coding Quality Audit
Sampel audit coding untuk akurasi, konsistensi, dan pembelajaran coder berkala.
Claim Readiness Dashboard
Pemantauan kesiapan klaim berdasarkan status coding, verifikasi, dan kelengkapan berkas.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Modul Halaman 18
Alur koding dan klaim casemix. Antrian koding dan pengelompokan INA-CBG otomatis oleh sistem; coder dan casemix melakukan review, koding, dan submit klaim di App.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi EMR ke Coding
Ringkasan diagnosis, prosedur, LOS, dan komorbid otomatis menjadi draft coding queue.
Waktu persiapan coding menurun dan backlog lebih terkendali.
Coder-DPJP Clarification Loop
Alur query dokumentasi terstruktur dengan jejak audit, due date, dan status respons.
Akurasi kode meningkat dan risiko reject klaim berkurang.
Casemix and Grouper Control
Validasi grouping INA-CBG plus analisis mismatch sebelum submit claim.
Konsistensi hasil grouping dan kestabilan revenue lebih baik.
Internal Coding Audit
Sampling audit coding periodik untuk evaluasi kualitas coder dan kebutuhan pembinaan.
Peningkatan mutu coding berkelanjutan dan standarisasi praktik.
Compliance and Reporting
Laporan produktivitas, akurasi, backlog, dan tren mismatch tersedia untuk manajemen.
Pengambilan keputusan operasional coding menjadi berbasis data.
Halaman 18 disusun lebih ringkas tetapi tetap menjaga kualitas: fokus pada alur coding yang rapi, validasi casemix yang akurat, dan kesiapan klaim yang konsisten untuk menjaga mutu klinis sekaligus keberlanjutan finansial.
HALAMAN 19 · CLINICAL CARE
Modul Klinis Lainnya
Melengkapi ekosistem klinis HealthSuite dengan modul-modul layanan spesifik: Fisioterapi & Rehab Medis, Hemodialisa, Poli Gigi, Gizi Klinik, Psikiatri, Geriatri, Paliatif, Onkologi/Kemoterapi, dan Medical Check-Up (MCU). Setiap modul terintegrasi penuh dengan EMR, farmasi, billing, dan laporan mutu sehingga tidak ada silo data antar unit.
9 Sub-Modul · Multi-Layanan · Terintegrasi Penuh
Mockup · Navigasi Menu Global HealthSuite — Akses Semua Modul
Panel navigasi slide-in (hamburger ≡) yang dapat dibuka dari layar mana pun dalam aplikasi HealthSuite. Menampilkan semua fitur/modul aplikasi dikelompokkan per kategori — seperti Beranda, Pendaftaran, IGD, Rawat Inap, Farmasi, Billing, dan seterusnya. Item aktif saat ini (Fisioterapi & Rehab) di-highlight. Karena jumlah modul banyak, panel dapat di-scroll ke bawah untuk melihat kategori Operasional, SDM, Mutu, Konektivitas, dan Administrasi.
Sub-Modul Klinis yang Dicakup Core
Fisioterapi & Rehabilitasi Medis
Penjadwalan terapi, program latihan pasien, progress harian, dan evaluasi fungsional terhubung ke EMR dan billing.
Hemodialisa (HD)
Jadwal sesi HD, mesin & dialyzer tracking, catatan klinis per sesi, resep dialisis, dan monitoring efektivitas.
Panel slide-in global yang dapat diakses dari semua modul. Daftar lengkap modul terkelompok per kategori dengan pencarian cepat.
Cross-Module Integration
Seluruh sub-modul terhubung ke farmasi, lab, billing, dan rekam medis — tidak ada entri ulang data antar unit layanan.
Alur Proses & Titik Input Aplikasi — Contoh: Sesi Hemodialisa
Alur sesi HD dari penjadwalan hingga dokumentasi pasca-sesi. Mesin dan parameter dialisis otomatis tercatat via integrasi alat; tindakan klinis diinput perawat di App.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi EMR & Farmasi
Semua sub-modul mencatat tindakan dan obat langsung ke rekam medis pasien tanpa entri ulang.
Data klinis lengkap, mengurangi risiko salah terapi lintas unit.
Billing & Klaim Terpusat
Tindakan fisioterapi, sesi HD, prosedur gigi, dan kemo diposting otomatis ke billing dan dikelompokkan ke INA-CBG.
Tidak ada tagihan terlewat, klaim lebih lengkap dan tepat waktu.
Jadwal & Kapasitas
Jadwal mesin HD, ruang fisio, dan kursi kemo dikelola terpusat dengan notifikasi konflik dan utilisasi real-time.
Antrian terkendali, utilisasi alat meningkat, downtime terdeteksi lebih cepat.
Mutu & Pelaporan
Indikator spesifik per sub-modul (Kt/V HD, respons kemo, kepatuhan diet) terpantau otomatis dan masuk dashboard mutu.
Mendukung akreditasi, pelaporan Dinkes, dan evaluasi klinis berbasis data.
Halaman 19 menjadi jembatan antara modul-modul klinis inti (h.9–18) dan platform bisnis (h.20+). Semua sub-modul di sini berbagi fondasi data, autentikasi, dan notifikasi yang sama dengan seluruh ekosistem HealthSuite.
HALAMAN 20 · BUSINESS & WORKFORCE
Billing & BPJS
Modul Billing & BPJS memastikan seluruh charge klinis, verifikasi eligibilitas, grouping INA-CBG, serta pengiriman klaim berjalan akurat dan auditable. Fokus utama: menekan reject claim, mempercepat cash-in, dan menjaga konsistensi data antara layanan klinis dan finansial.
Revenue Cycle · Claim Accuracy · Cashflow Control
Mockup 1 · Revenue Cycle Command Board
Dashboard harian tim billing: status pasien pending billing, klaim siap submit, klaim dikembalikan, dan aging AR.
Mockup 2 · BPJS Claim Verification & Submission
Layar verifikasi SEP, eligibilitas, coding, tarif, dan checklist dokumen sebelum submit e-claim.
Mockup 3 · Denial Analytics & Corrective Action
Analitik penyebab klaim ditolak dan tindak lanjut per unit agar reject rate turun konsisten.
Fitur Utama Billing & BPJS Core
Charge Capture End-to-End
Tindakan, obat, BHP, dan jasa dari unit klinis otomatis masuk billing tanpa input ganda.
SEP & Eligibility Validation
Verifikasi otomatis kepesertaan BPJS untuk cegah reject akibat data administratif.
Claim Readiness Engine
Checklist dokumen, coding, dan tarif sebelum submit e-claim.
Denial Intelligence
Analitik penyebab penolakan klaim dan rekomendasi tindakan korektif per unit.
Aging AR Monitoring
Kontrol piutang per bucket umur agar cashflow lebih sehat.
Audit Trail Klaim
Riwayat perubahan lengkap untuk kebutuhan audit internal/eksternal.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi BPJS
Sinkronisasi SEP, referensi INA-CBG, dan status claim.
Menurunkan klaim reject administratif.
Integrasi Modul Klinis
Charge capture otomatis dari IGD, RI, OK, ICU, farmasi, lab.
Mencegah kebocoran pendapatan.
Kepatuhan Klaim
Validasi dokumen wajib, coding, dan tarif sebelum submit.
TAT klaim lebih cepat dan konsisten.
Kontrol Finansial
Monitoring AR dan denial trend per unit.
Cashflow lebih terprediksi.
Halaman 20 diprioritaskan karena dampaknya langsung terhadap pendapatan rumah sakit dan keberhasilan klaim BPJS.
HALAMAN 21 · BUSINESS & WORKFORCE
Inventory, Asset & Procurement
Modul ini mengelola rantai pasok obat/BHP, aset medis/nonmedis, dan pengadaan dari perencanaan hingga penerimaan. Tujuannya menjaga ketersediaan item kritis, menekan stockout/expired, dan memastikan biaya operasional terkendali.
Pantauan stok obat/BHP dengan indikator min-max, item mendekati expired, dan notifikasi reorder.
Mockup 2 · Procurement Workflow & Approval
Alur PR-PO-GRN-Invoice dengan status approval dan SLA per tahap pengadaan.
Mockup 3 · Asset Lifecycle & Maintenance Planner
Pemantauan aset kritis (ventilator, CT-Scan, mesin HD) termasuk preventive maintenance dan downtime.
Fitur Utama Inventory, Asset & Procurement Core
Min-Max & Reorder Automation
Trigger reorder berdasarkan ambang stok dan pola konsumsi per unit.
Expiry & Batch Tracking
Pantau batch/expiry untuk mencegah penggunaan item kedaluwarsa.
PR-PO-GRN Workflow
Alur pengadaan digital dengan approval matrix dan SLA.
Asset Registry
Inventaris aset lengkap dengan status, lokasi, dan kontrak vendor.
Preventive Maintenance
Jadwal PM otomatis dengan reminder dan histori pekerjaan teknisi.
Cost & Vendor Analytics
Analitik spend, performa vendor, dan potensi penghematan.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Integrasi Farmasi/Unit
Issue/return stok dari unit layanan otomatis memperbarui persediaan.
Stockout kritis lebih cepat terdeteksi.
Integrasi Keuangan
PO, penerimaan, dan invoice terhubung ke kontrol anggaran.
Spend terkendali dan transparan.
Asset Compliance
PM dan kalibrasi aset medis tercatat untuk audit mutu.
Uptime alat meningkat dan risiko layanan turun.
Governance Vendor
Evaluasi SLA vendor dan lead time per kontrak.
Kinerja pengadaan lebih konsisten.
Halaman 21 penting untuk menjamin kontinuitas layanan klinis melalui ketersediaan barang dan kesiapan aset.
HALAMAN 22 · BUSINESS & WORKFORCE
Human Capital & Credential
Modul SDM & kredensial menyatukan data tenaga kesehatan, jadwal shift, kompetensi, dan masa berlaku STR/SIP/SIPP dalam satu sistem. Sistem mencegah staf bertugas dengan lisensi kedaluwarsa, mengoptimalkan rasio perawat, dan menjaga kepatuhan akreditasi SDM.
Pemantauan masa berlaku STR/SIP, kompetensi, dan status kredensial seluruh tenaga klinis dengan peringatan dini sebelum kedaluwarsa.
Mockup 2 · Smart Rostering & Nurse-Patient Ratio
Penjadwalan shift dengan validasi rasio perawat–pasien, fatigue rule, dan kompetensi unit; mencegah understaffing pada shift kritis.
Alur Kredensial & Penjadwalan — dari Rekrutmen hingga Tugas Aman
Setiap staf hanya bisa dijadwalkan setelah kredensial valid; sistem mengunci jadwal jika STR/SIP kedaluwarsa.
Fitur Utama Human Capital & Credential Core
Credential Vault
STR/SIP/SIPP, ijazah, sertifikat tersimpan dengan tracking masa berlaku otomatis.
Expiry Guard
Blokir penjadwalan staf dengan lisensi kedaluwarsa secara otomatis.
Smart Rostering
Jadwal shift dengan validasi rasio perawat-pasien dan fatigue rule.
Competency Matrix
Pemetaan kompetensi per unit; staf hanya bertugas sesuai kompetensi.
Attendance & Payroll-Ready
Kehadiran terhubung ke insentif, jaga, dan komponen payroll.
Akreditasi SDM
Dokumentasi kredensial siap audit KARS dan inspeksi mutu.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
EMR & Penjadwalan
Kredensial dokter/perawat terhubung ke kewenangan order & jadwal poliklinik.
Cegah staf tidak berwenang menangani pasien.
Komite Kredensial
Workflow approval verifikasi STR/SIP dan re-kredensial berkala.
Proses kredensial transparan & tercatat.
Privasi Data SDM
Role-based access dan enkripsi data kepegawaian.
Kepatuhan UU PDP untuk data staf.
Audit Trail
Log perubahan jadwal, kredensial, dan kehadiran.
Bukti kepatuhan untuk akreditasi.
Halaman 22 menutup risiko #1 inspeksi KARS: staf bertugas dengan lisensi kedaluwarsa dan rasio perawat di bawah standar.
HALAMAN 23 · EXPERIENCE
Patient Experience & Digital Channels
Lapisan pengalaman pasien menghadirkan aplikasi mobile pasien, kiosk mandiri, dan mobile dokter sebagai wajah modern rumah sakit. Pasien daftar, antre, bayar, dan akses hasil dari genggaman; rumah sakit tampil setara institusi kelas dunia.
Patient App · Self-Service Kiosk · Mobile Dokter · Telemedicine
Mockup 1 · Aplikasi Pasien (Mobile)
Pasien dapat membuat janji, melihat antrean real-time, menebus obat, membaca hasil lab, dan membayar — tanpa antre di loket.
Mockup 2 · Kiosk Mandiri & Mobile Dokter
Kiosk check-in mandiri memangkas antrean front office; mobile dokter memberi visite digital, e-prescribing, dan akses EMR di samping pasien.
Patient Journey Digital — dari Rumah hingga Selesai Layanan
Pasien dilayani end-to-end lewat kanal digital; setiap titik mengurangi antrean fisik dan meningkatkan kepuasan.
Fitur Utama Patient Experience & Digital Channels Core
Aplikasi Pasien
Janji, antrean real-time, hasil lab, tebus obat, dan bayar dari HP.
Visite digital, e-prescribing, akses EMR di samping pasien.
Telemedicine
Konsultasi video dengan e-resep dan rujukan langsung ke apotek.
WhatsApp & Notifikasi
Reminder janji, status antrean, dan hasil otomatis ke pasien.
Pembayaran Digital
QRIS, kartu, dan transfer terhubung billing tanpa loket.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
EMR & Antrean
Kanal digital sinkron dengan jadwal poli, EMR, dan billing real-time.
Antrean fisik turun, throughput poli naik.
SATUSEHAT & BPJS
Identitas pasien tunggal, eligibilitas & SEP otomatis di kiosk.
Front office lebih cepat & minim error.
Keamanan & Privasi
Login aman, consent, dan masking hasil sensitif (UU PDP).
Kepercayaan pasien & kepatuhan data.
Aksesibilitas
UI multi-bahasa, mode lansia, dan dukungan low-bandwidth.
Adopsi luas lintas segmen pasien.
Halaman 23 adalah wajah modern rumah sakit — pembeda persepsi institusi kelas dunia bagi pasien dan manajemen.
HALAMAN 24 · INTELLIGENCE
Analytics & Executive BI
Modul BI menyatukan indikator klinis, operasional, dan finansial ke satu cockpit eksekutif. Pengguna dapat drill-down dari KPI level direksi hingga detail unit/pasien untuk pengambilan keputusan cepat dan terukur.
KPI Cockpit · Drill-down · Decision Intelligence
Mockup 1 · Executive KPI Cockpit
Ringkasan KPI utama: BOR, ALOS, NDR/GDR, pendapatan, kunjungan, dan performa klaim.
Mockup 2 · Drill-down Service Line Performance
Analisis per service line (Jantung, Bedah, Obgyn, Anak) untuk volume, margin, LOS, dan outcome.
Mockup 3 · Predictive Alert & Capacity Forecast
Prediksi okupansi bed, beban IGD, dan demand obat kritis untuk 14 hari ke depan.
Fitur Utama Analytics & Executive BI Core
Unified KPI Layer
Satu sumber metrik klinis-operasional-finansial untuk seluruh manajemen.
Self-Service Drill-down
Telusur dari level direksi hingga unit dan detail transaksi.
Predictive Analytics
Prediksi okupansi, beban layanan, dan kebutuhan resource.
Alert Engine
Notifikasi dini saat KPI menembus ambang risiko.
Benchmarking
Bandingkan performa antar unit, periode, dan target mutu.
Executive Narrative
Insight otomatis dan rekomendasi tindakan berbasis data.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Data Integration
Sinkronisasi data dari EMR, billing, inventory, SDM, dan integrasi eksternal.
Laporan lintas fungsi lebih cepat dan konsisten.
Data Quality
Rule validasi, lineage, dan monitoring completeness data.
Keputusan lebih akurat.
Role-Based Access
Akses dashboard sesuai jabatan dan kewenangan.
Keamanan data dan kepatuhan privasi terjaga.
Auditability
Log query/report dan perubahan definisi KPI.
Memudahkan audit internal dan akreditasi.
Halaman 24 diprioritaskan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis harian hingga bulanan.
HALAMAN 25 · INTELLIGENCE
Artificial Intelligence Strategy
AI menjadi diferensiator utama HealthSuite vs SIMRS generasi lama. Mesin AI membantu klinis (deteksi dini, ringkasan rekam medis), operasional (forecast kapasitas, optimasi jadwal), dan keuangan (deteksi anomali klaim) — dengan tata kelola human-in-the-loop yang aman dan auditable.
Clinical AI · Operational AI · Revenue AI · Responsible AI
Bagaimana AI Bekerja: Backend Engine + Sentuhan UI Minimal Posisi Peran
AI di HealthSuite bukan aplikasi terpisah. Sebagian besar berjalan sebagai layanan backend (inference engine, model scoring, NLP) yang menempel pada modul yang sudah ada. Pengguna tidak membuka "menu AI"; hasil AI muncul sebagai sentuhan UI kecil di dalam layar kerja sehari-hari — badge risiko di EMR, indikator pra-kirim klaim, atau ringkasan otomatis — sehingga tetap di alur kerja yang sama, tanpa aplikasi baru.
⚙️ Mayoritas Backend
Model berjalan diam di server: skoring risiko, forecast, NLP, deteksi anomali — tanpa layar tersendiri.
👁️ Sentuhan UI Embedded
Hasil tampil di modul existing: badge, skor, ringkasan, rekomendasi — bukan dashboard AI mandiri.
🧑⚕️ Human-in-the-loop
Keputusan tetap di tangan tenaga medis/staf; AI hanya mempercepat & memperjelas.
Peran AI di SIMRS — Dari Data Operasional hingga Sentuhan di Layar Kerja
AI duduk sebagai lapisan kecerdasan di antara data SIMRS dan modul yang dipakai user. Alurnya: data terkumpul → engine AI memproses → hasil disisipkan ke modul yang sudah ada → manusia memutuskan → keputusan kembali jadi data pembelajaran.
Contoh Sentuhan UI · AI muncul DI DALAM modul EMR (bukan aplikasi terpisah)
Saat dokter membuka rekam medis pasien, hasil AI hadir sebagai panel kecil non-intrusif: skor risiko, ringkasan, dan saran — semua perlu konfirmasi dokter. Inilah satu-satunya bentuk frontend AI: titik sentuh di modul existing.
Responsible AI Lifecycle — Aman, Transparan, Terkendali
Setiap model AI melewati siklus tata kelola: data berkualitas → uji bias → human-in-the-loop → monitoring drift, agar dapat dipercaya untuk lingkungan klinis.
Use Case AI Prioritas Roadmap
🩺 Clinical Co-Pilot
Ringkasan rekam medis, early warning sepsis/deteriorasi, interaksi obat.
📈 Capacity Forecast
Prediksi BOR, beban IGD, demand obat kritis 14 hari.
💳 Revenue Integrity
Deteksi anomali klaim & potensi reject sebelum kirim BPJS.
🗣 Voice-to-Note
Transkripsi dikte dokter menjadi catatan EMR otomatis.
🧪 Radiology Triage
Pra-baca citra prioritas untuk percepat antrean kritis.
📅 Smart Scheduling
Optimasi jadwal OK, poli, dan staf berbasis pola permintaan.
💬 Patient Chatbot
Triase awal & FAQ pasien 24/7 di kanal digital.
🛡 Fraud & Stock AI
Deteksi pola stok abnormal & potensi kebocoran.
Roadmap & Tata Kelola AI Governance
Fase
Fokus
Hasil
Fondasi
Data lake bersih, governance, MLOps, dan keamanan model.
Platform AI siap & auditable.
Quick Win
Revenue integrity & capacity forecast (ROI cepat & risiko rendah).
Reject klaim turun, kapasitas optimal.
Clinical AI
Co-pilot & early warning dengan human-in-the-loop.
Mutu & keselamatan pasien meningkat.
Scale
Voice-to-note, radiology triage, chatbot pasien.
Efisiensi & pengalaman menyeluruh.
AI diposisikan sebagai diferensiator yang bertanggung jawab: setiap keputusan klinis tetap di tangan tenaga medis, AI mempercepat dan memperjelas — bukan menggantikan.
HALAMAN 26 · CONNECTIVITY
Integration Hub
Integration Hub mengorkestrasi pertukaran data antar sistem internal dan eksternal (SATUSEHAT, BPJS, LIS, RIS/PACS, alat medis, ERP) dengan observability real-time. Modul ini memastikan data interoperability yang aman, traceable, dan resilient.
API Gateway · Interface Engine · Message Monitoring
Mockup 1 · Integration Hub Landing
Tampilan awal: daftar konektor aktif, status endpoint, dan katalog alur integrasi.
Mockup 2 · Integration Runtime Monitoring (In Progress)
Monitoring saat proses integrasi berjalan: antrean pesan, latency, retry, error log, dan replay message.
Fitur Utama Integration Hub Core
Connector Catalog
Katalog konektor internal/eksternal dengan versioning dan status.
Message Orchestration
Routing, transform, mapping, dan retry policy per pipeline.
Runtime Monitoring
Throughput, latency, error, dan queue depth real-time.
Replay & Recovery
Fasilitas replay message gagal dan workflow incident handling.
Security & Compliance
Token management, encryption, audit log, dan akses berbasis peran.
Interoperability Standards
Dukungan REST, HL7, FHIR, dan format integrasi lain sesuai kebutuhan.
Integrasi, Operasional, dan Kepatuhan Governance
Domain
Implementasi
Dampak Operasional
Interoperabilitas Nasional
Konektor SATUSEHAT dan BPJS terstandar dengan monitoring SLA.
Pelaporan nasional lebih konsisten dan tepat waktu.
Integrasi Internal
Sinkronisasi HIS dengan LIS/RIS/PACS/ERP tanpa entri ulang.
Data lintas unit lebih sinkron dan minim delay.
Reliability
Retry, replay, dead-letter queue, dan observability end-to-end.
Gangguan integrasi lebih cepat ditangani.
Keamanan Data
Enkripsi transport, token rotation, dan audit akses API.
Mengurangi risiko kebocoran dan non-compliance.
Halaman 26 cukup 2 mockup sesuai kebutuhan: tampilan awal hub dan tampilan saat proses integrasi berjalan.
HALAMAN 27 · MODERNIZATION
Migration Factory
Objection #1 dari RS dengan SIMRS lama: "bagaimana cara pindah tanpa kacau?" Migration Factory adalah metodologi terbukti yang memindahkan data, integrasi, dan operasional dari sistem lama ke HealthSuite secara bertahap, aman, dan dapat di-rollback — tanpa menghentikan layanan pasien.
6 Fase Migration Factory — dari Sistem Lama (apa pun bentuknya) ke HealthSuite
Karena arsitektur, model data, dan teknologi SIMRS lama setiap RS berbeda dan tidak diketahui di awal, migrasi selalu diawali Fase Pre-Discovery. Setiap fase punya gerbang validasi; tidak ada go-live tanpa rekonsiliasi penuh dan rencana rollback siap.
Fase 0 · Pre-Discovery — Pahami Sistem Lama Dulu Mandatory
Setiap RS punya SIMRS lama yang berbeda — bisa berbasis desktop legacy, web monolitik, atau modul terpisah; struktur data dan vendornya tidak diketahui di awal. Karena itu migrasi tidak boleh langsung ke ETL. Fase Pre-Discovery memetakan kondisi nyata sistem sumber sebagai dasar perencanaan teknis sebelum satu byte pun dipindahkan.
Inventarisasi Sistem
Identifikasi aplikasi, vendor, bahasa, versi, dan modul yang dipakai RS.
Pemetaan Database
Jenis DB (Oracle/SQL Server/MySQL/PostgreSQL), skema, relasi, dan volume.
Akses & Format
Cara ekstraksi: API, koneksi DB langsung, dump file, atau ekspor CSV/Excel.
Kualitas & Risiko
Cek duplikasi, data kosong, encoding, dan ketergantungan integrasi.
Model & Pendekatan Migrasi Approach
Pendekatan bersifat agnostik terhadap sistem sumber — bekerja apa pun arsitektur SIMRS lama. Strategi default adalah migrasi bertahap (phased) dengan parallel-run, bukan big-bang, agar layanan pasien tidak terganggu dan setiap langkah dapat di-rollback.
Source-Agnostic
Lapisan ekstraksi adaptif terhadap database, API, atau file dari vendor mana pun.
Phased & Parallel-Run
Migrasi per domain; sistem lama & baru jalan bersama hingga stabil.
Reversible
Backup terverifikasi & rollback plan disiapkan sebelum tiap cutover.
Standar Interoperabel
Data dipetakan ke FHIR/HL7 & SATUSEHAT untuk konsistensi jangka panjang.
Validasi Berlapis
Rekonsiliasi jumlah, checksum, dan UAT klinis sebelum go-live.
Non-Blocking
Record bermasalah diisolasi ke exception queue, batch lain tetap jalan.
Tools & Teknologi Stack
Pilihan tools bersifat indikatif dan disesuaikan dengan hasil Pre-Discovery; kategori berikut menggambarkan kapabilitas teknis yang digunakan, bukan keterikatan vendor.
ETL/ELT
Pipeline extract-transform-load otomatis dengan logging & retry.
Data Profiling
Tooling analisis kualitas & struktur data sumber.
Mapping Engine
Mesin pemetaan skema lama → model HealthSuite/FHIR.
Konektor
Driver DB, REST/SOAP API, dan parser file (CSV/Excel/XML).
Validasi/Recon
Tools rekonsiliasi jumlah & checksum lama vs baru.
Orkestrasi
Penjadwalan batch & pemantauan progres migrasi.
Backup & Snapshot
Cadangan terverifikasi sebagai titik rollback aman.
Audit Trail
Log immutable seluruh langkah untuk kepatuhan & telusur.
Fitur Utama Migration Factory Core
Legacy Assessment
Audit volume, struktur, kualitas data, dan integrasi sistem lama.
ETL Pipeline
Extract-clean-map non-blocking; record bermasalah diisolasi.
Parallel-Run
Sistem lama & HealthSuite jalan bersama tanpa downtime.
Reconciliation
Cocokkan data lama vs baru dengan checksum & audit trail.
Pulih ke sistem lama <30 menit bila go-live bermasalah.
Tata Kelola & Mitigasi Risiko Governance
Risiko
Mitigasi
Hasil
Data hilang/korup
Backup verifikasi SHA-256 sebelum ETL + rekonsiliasi penuh.
Integritas data terjamin, rollback aman.
Layanan terhenti
Parallel-run dan cutover bertahap di luar jam sibuk.
Zero/near-zero downtime layanan pasien.
Klaim BPJS terganggu
Migrasi billing & klaim divalidasi terhadap baseline.
Arus kas & klaim tetap berjalan.
Adopsi pengguna
Hypercare, pelatihan, dan dukungan di samping unit.
Transisi mulus, resistensi minimal.
Halaman 27 menjawab objection terbesar RS ber-SIMRS lama: migrasi terstruktur, aman, dan dapat di-rollback — bukan lompatan berisiko.
HALAMAN 28 · PENUTUP
Penutup, Glosarium & Landasan Hukum
Dokumen HealthSuite HIS merangkum arsitektur, modul prioritas, pendekatan implementasi, dan tata kelola—memastikan transformasi digital klinis-operasional rumah sakit berjalan terukur, aman, dan berkelanjutan.
Execution Ready · Governance Aware · Scalable
PT NARAYA PRISMA DIGITAL
HealthSuite HIS — Transformasi Digital Klinis yang Terukur & Berkelanjutan
Dokumen teknis ini menggambarkan platform HIS generasi berikutnya yang dirancang untuk skala dan kompleksitas operasional rumah sakit. Dari EMR klinis penuh, CPOE, Farmasi, Lab, Rawat Inap, hingga Billing & BPJS, Analytics BI, dan Integration Hub — setiap komponen dibangun dengan satu tujuan: menjadikan rumah sakit yang beroperasi berbasis data, efisien, dan siap akreditasi.
🏥
Clinical-First
Keselamatan pasien & kualitas klinis sebagai fondasi
Persyaratan mutu, keselamatan pasien, audit dokumentasi, dan perbaikan berkelanjutan (PDSA).
UU PDP No. 27 Tahun 2022
Perlindungan data pribadi pasien: prinsip akses minimum, persetujuan, dan keamanan pemrosesan data.
Kebijakan Internal RS
SOP klinis-operasional, matriks kewenangan peran, dan kontrol akses aplikasi sesuai struktur organisasi.
Baseline regulasi ini akan disesuaikan pada fase legal-review bersama tim manajemen RS untuk konfirmasi nomor dan versi regulasi yang berlaku saat implementasi.